Profil Dr. Aucky Hinting Spesialis Bayi Tabung

Nama Dr Aucky Hinting tentunya sudah banyak dikenal di seluruh negeri sebagai dokter ahli andrologi dan bergerak dibidang program bayi tabung. Terutama pada saat salah sau pasien yang ditanganinya merupakan artis dangdut fenomenal yaitu Inul Daratista. Namun, dibalik aktivitasnya dalam bidang Assisted Reproductive Technology atau nama lainnya ialah Teknologi Reproduksi Berbantu, dr Aucky telah berhasil menghasilkan seni yang sesungguhanya dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Menjadi seorang seniman sebenarnya bukanlah cita-cita awal yang dimiliki oleh Dr Aucky Hinting. Khususnya, selama 25 tahun terakhir ini ia hanya berkutat pada biologi reproduksi dan andrologi untuk sehari-harinya. Dimulai dari praktek sebagai dokter, kemudian sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Unair, sampai beliau berkutat di laboratorium reproduksi. Ia mengakui jika ia sebenarnya mempunyai minat pada seni. Dan saat hasrat berkesenian tersebut muncul di tahun 2007, dr Aucky pun akhirnya memilih untuk menampilkan karya-karya seni miliknya yang ia dapatkan selama berkecimpung di dunia medis program bayi tabung tersebut.

Terdapat sekiranya 16 lukisan, dua instalasi, tujuh patung, dua video art serta lebih dari 30 sketsa juga coretan yang ditampilkan oleh dr Aucky di pameran tersebut. Seluruhnya juga bertemakan mengenai kegiatan sehari-harinya, yakni proses dari program bayi tabung. Teknologi bayi tabung sendiri untuknya merupakan suatu seni dimana terdapat mata serta otak yang bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya embrio. Kemudian, embrio tersebutlah yang terbentuk menjadi sosok seorang anak yang didamba-dambakan bagi pasangan yang telah lama belum dikaruniai seorang anak oleh Tuhan secara alami. Program bayi tabung sendiri hanyalah dapat membantu saja dengan cara memanfaatkan teknologi yang dimiliki. Namun, untuk keberhasilannya hanya Tuhan yang menentukan. Dan dari sekitar 5.000 pemohon bayi tabung hanya sekitar 2000 orang saja yang berhasil. Dan di dalam karya seni yang dipamerkan tersebut, terdapat banyak alat-alat seperti mikroskop, inkubator, dan sejenisnya, serta sperma, sel telur, dan yang ada di dalam inkubator adalah embrio, dan juga imajinasi mengenai hasil karya dari suatu teknologi reproduksi akan sangat membantu.

Karya utama yang dimiliki oleh Dr Aucky Hinting yang paling tampak ialah seni instalasi yang berupa bentuk patung seorang wanita di dalam posisi tidur terlentang dengan kaki yang terbuka. Patung tersebut dibuat dari kurang lebih 10.000 botol bekas obat suntik hormon yang dimana obat tersebut nantinya akan diberikan pada wanita ketika hendak menjalani proses bayi tabung. Kemudian, setelah telur tersebut dinyatakan telah matang, telur tersebut masih harus menjalani prosedur lainnya, yaitu pengambilan sel telur ke posisi yang ditampilkan pada citra tersebut. Proses tersebut wajib untuk dijalani, meskipun misalnya kelainan yang disebabkan seorang wanita tidak subur ialah karena faktor sperma milik suami. Selain itu, ada banyak pemakaian obat suntik yang juga merupakan bagian dari industri, dimana nilainya jutaan dolar di seluruh dunia, ini dimaksudkan agar dapat mengatasi kesuburan. Selain karyanya yang telah di instalasi tersebut, ternyata pameran juga nantinya akan menampilkan lukisan mengenai proses pembuatan bayi tabung. Karya sederhana dr Aucky ini, dengan langsung mengambil judul ART in Action. Disini, nantinya akan banyak menampilkan berbagai kegiatan tim bayi tabung yang dimulai dari dokter spesialis kebidanan spesialis.

Dr Aucky kemudian akan menjelaskan proses awalnya, yaitu pengambilan sel telur matang dari seorang wanita. Sel telur tersebut kemudian akan dipertemukan dengan sperma pasangannya dalam kurun waktu kurang dari 10 menit. Dan dalam pertemuan tersebut, dilakukanklah dibawah mikroskop. Dan di bawah mikroskop tersebut, keduanya pun tidak membiarkannya begitu saja, namun sperma tersebut akanĀ  dimasukkan ke dalam inti sel telur. Lalu dipindahkan ke dalam tabung serta inkubator CO2. Dan jika di dalamnya telah terbentuk embrio, maka waktu penyimpananya yang wajib ialah antara tiga hingga lima hari, kemudian akan dimasukkan lagi ke rahim wanita untuk akhirnya berkembang menjadi janin. Sedangkan, Suwarno Wisetrotomo yang berperan sebagai kuratornya, mengatakan bahwa apa yang ditampilkan oleh dr Aucky ini merupakan sebuah seni yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni serta kompleksitas persoalan kemanusiaan. Dan salah satunya ialah mengenai coretan dr Aucky yang menjelaskan tentang bagaimana sperma dapat membuahi sel telur.