• Fri. Jul 30th, 2021

Info Khusus

Menyajikan Informasi terupdate teraktual, tips trik dan kesehatan

Inilah Penyebab Diare Saat Hamil dan Cara untuk Mengatasinya

Byinfokhusus

Jun 17, 2021

Pada masa kehamilan, penting sekali bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatannya. Mulai dari mengonsumsi makanan yang bergizi, melakukan aktivitas gerak yang ringan, mengonsumsi vitamin, dan masih banyak lagi. Karena ketika ibu hamil sakit, akan jauh lebih sulit untuk pengobatannya. Lantaran tidak sembarang obat bisa dikonsumsi oleh ibu hamil karena akan sangat berpengaruh pada janinnya. Diantara beberapa penyakit yang kerap dialami oleh ibu hamil ada diare.

Rata-rata hampir semua orang pernah mengalami sakit diare. Penyakit ini memiliki gejala berupa perut terasa mulas, tinja menjadi lebih encer atau bahkan berdarah, frekuensi buang air besar encer yang menjadi lebih sering, mengalami dehidrasi, hingga badan lemas, sakit kepala, serta kulit kering. Pada ibu hamil, penyakit diare biasanya kerap terjadi saat usia kandungan menginjak trimester ketiga. Dimana pada kondisi trimester ketiga ini, tubuh ibu hamil sudah bersiap menuju tugas selanjutnya, yaitu persalinan.

Diare saat hamil tentunya cukup mengganggu kenyamanan. Selain itu, biasanya juga menimbulkan rasa kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil. Dimana khawatir jika diare yang dialami bisa menyebabkan keguguran. Walaupun sebenarnya kekhawatiran ini tidak benar sama sekali. Karena fungsi setiap sistem dalam tubuh sudah berbeda, termasuk untuk organ pada sistem reproduksi dengan organ di sistem pencernaan.

Diare menjadi salah satu keluhan yang wajar terjadi pada ibu hamil. Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab diare saat hamil, yaitu:

1. Perubahan pola makan.

Saat dinyatakan hamil, biasanya para ibu hamil akan langsung mengubah pola makannya secara drastis. Karena perubahan pola makan inilah, pencernaan menjadi kaget dan menimbulkan diare.

2. Sensitif pada jenis makanan tertentu.

Umumnya ibu hamil menjadi lebih sensitif untuk indera tubuhnya, dibandingkan dengan ketika belum hamil. Ada beberapa makanan yang terkadang membuat ibu hamil mudah mengalami mual, sakit perut, kembung, atau bahkan diare.

3. Mengonsumsi suplemen.

Mengonsumsi suplemen atau vitamin prenatal kehamilan juga bisa memicu respon berbeda pada sistem pencernaan. Dimana hal ini juga bisa menyebabkan diare. Jika setelah mengonsumsi suplemen mengalami diare, sebaiknya ibu hamil mencoba jenis suplemen lain atau berkonsultasi dengan dokter kandungannya.

4. Perubahan hormon.

Karena adanya perubahan hormon pada ibu hamil. Membuat sistem pencernaan pun menjadi lebih rentan menyebabkan konstipasi. Selain itu, hormon ini juga bisa menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih cepat, sehingga memicu terjadinya diare pada saat kehamilan.

5. Infeksi usus.

Usus yang terkena infeksi dari virus maupun bakteri juga akan menyebabkan diare saat kehamilan. Gejalanya berupa tinja yang menjadi lebih encer, tinja berdarah, mual, muntah, sakit kepala, demam, serta kedinginan. Infeksi usus ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Salmonella, E. Coli, maupun Shigella,. Selain itu bisa juga disebabkan virus maupun parasit.

Untuk mengatasi diare saat kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Jika diare terjadi karena mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka beri waktu sejenak hingga diare mereda dengan tetap rajin mengonsumsi cairan yang cukup.
  2. Hindari jenis makanan yang bisa memicu diare, seperti makanan yang pedas, digoreng, atau yang mengandung lemak tinggi.
  3. Memilih obat yang dikonsumsi saat masa kehamilan secara bijak, dengan berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.
  4. Minum air putih secara teratur.
  5. Menghindari minuman berkafein terus-menerus maupun mengonsumsi buah terus-menerus.

Itu tadi beberapa hal yang menjadi penyebab diare pada masa kehamilan dan cara mudah untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!.