Fotocopy atau Fotokopi mana yang benar?

Fotokopi, fotocopy, dan Fotocopi diantara kata tersebut hanya terdapat satu kata yang benar yakni Fotokopi  diambil dari kata PhotoCopy yang memiliki arti Memfoto dan Duplikasi

Kata Fotokopi juga dapat disalahkan apabila penulisan nya tidak sesuai yakni menggunakan spasi diantara kata tersebut seperti ” Foto Kopi ” yang memiliki arti kamu sedang memfoto kopi ( minuman )

Mengapa Fotocopy salah? Bukan kah kata itu lebih banyak dipergunakan daripada kata Fotokopi? Jawaban nya adalah tetap salah karna kata Fotocopy memiliki dua bahasa yang berbeda yakni Foto ( Bahasa Indonesia ) dan Copy ( Bahasa Inggris ) jadi lebih baik disempurnakan saja menjadi Photocopy.

Namun untuk penulisan surat terutama pada lamaran kerja kamu wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia kecuali jika kamu menulis lamaran kerja menggunakan bahasa Inggris

Baca Juga : Pusat Informasi Lowongan Kerja Terupdate dan Terpercaya

Bagi kamu yang belum tahu, hari ini kamu mengetahuinya. Mungkin inikah alasan mengapa surat lamaran kerja yang kamu kirimkan selalu gagal.?

Penemu dan Sejarah Awal Mesin Fotocopy

Mesin fotocopy ditemukan pada Oktober tahun 1942 oleh seseorang yang bernama Chester Flood Carlson. Ia lahir di sebuah kota bernama Seattle, Washington. Awalnya Carlson bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan elektronik. Nah, pada saat itu tugas Carlson adalah sebagai penyalin dokumen serta gambar ke dalam beberapa dokumen.

Ia pun kemudian merasa lelah dengan pekerjaan tersebut. Bagaimana tidak? Menyalin dokumen serta gambar membutuhkan waktu yang cukup lama. Kemudian, ia pun berpikir bagaimana caranya agar pekerjaannya tersebut cepat selesai. Dari buah pemikirannya tersebutlah munculnya konsep elektro fotografi yang kemudian terus berkembang dan menjadi cikal bakal lahirnya mesin fotocopy.

Dari hasil eksperimennya tersebut, ia pun mulai membuat usaha dari mesin tersebut. Tidak sampai disitu, beliau tetap saja melakukan berbagai eksperimen dengan menggunakan bubuk karbon serta penyinaran cahaya untuk memindahkan tulisan pada dokumen yang satu ke dokumen yang lainnya.

Selain menggunakan konsep elektro-fotografi, Carlson juga menemukan konsep lainnya yang dikenal dengan konsep photo-conductivity. Konsep ini merupakan sebuah proses dari perubahan elektron akibat terkena cahaya. Secara garis besar, pada proses dengan konsep ini bisa melakukan penggandaan gambar ke medium lainnya.

Tetapi, dari literatur lain mengenai sejarah mesin fotocopy menyebutkan bahwa Carlson menciptakan proses meng-copy melalui konsep energi elektrostatik yang disebut dengan xenography.